0818-0-GO-SOLAR (0818-0-46-76527) cs@khairaenergy.com

Akeselerator ekosistem startup, Digitaraya bekerja sama dengan New Energy Nexus Southeast Asia (Nexus SEA) untuk mendukung wirausahawan muda bekerja di sektor energi serta mempercepat ekosistem startup energi pintar di Asia Tenggara. Kolaborasi tersebut menghasilkan program tiga bulan untuk delapan startup yang berfokus pada energi terbarukan.

Dalam program bernama Nyala Energy Acceleration 2019, keterlibatan antara para peserta dan investor, pemain, serta ekosistem energi akan ditingkatkan. Ada dua boothcamp yang dilaksanakan pada Januari dan Februari lalu, berisi Pitch Coaching, pengembangan produk, mentoring dengan sektor energi, serta sesi berjejaring dan berdiskusi. Puncaknya, para peserta harus melontarkan ide di depan sejumlah investor dan pemangku kepentingan di Demo Day, Kamis (21/3/2019).

“Meskipun ekosistem startuo energi terbarukan di Indonesia masih tergolong muda, tim-tim dalam program ini memiliki tekad untuk menyelesaikan tantangan energi negara saat ini. Lewat program ini, kami meletakkan dasar untuk menemukan solusi baru untuk sektor energi,” ujar VP Strategy Digitaraya, Nicole Yap.

Co-Founder dan Presiden New Energy Nexus, Danny Kennedy, mengatakan startup Indonesia yang bergerak di sektor energi modern memiliki peluang untuk bersaing di dunia global.

Danny mengatakan, “Miliaran orang masih membutuhkan listrik, dan orang Indonesia menjadi mahir dalam menyediakannya melalui pemanfaatan energi bersih. Ketika Anda mengambil peluang untuk menggantikan diesel di pulau-pulau kecil, Anda bisa ahli dalam hal itu dan mengekspor model bisnis tersebut kepada dunia.

Adapun, delapan startup peserta program tersebut, antara lain: Replus, After Oil, Khaira Energy, EREnesia, Ailesh Power, Inovasi Dinamika Pratama, TAZ, dan Weston Energy. Masing-masing dari mereka memiliki produk yang berbeda, ada yang menyediakan solusi menghemat energi di rumah, hingga menyediakan panel solar untuk desa-desa di Indonesia.

Saya terinspirasi untuk membuat pengendali alat elektronik ini dari pengalaman, terkadang kita lupa untuk mematikan TV atau AC di rumah. Dengan alat ini, kita bisa matikan atau hidupkan itu lewat smartphone,” cerita Co-Founder Replus, Amsa Mustaqim soal produk yang ia buat.

Alat pengendali itu berbentuk bundar dan harus disokong daya listrik serta internet untuk bisa digunakan. Menurut Amsa, alat pengendali itu dapat menjangkau ruangan dengan maksimum luas 10×10 meter.

Tak hanya peserta, para mentor juga turut menghadiri Demo Day. Mereka telah membagikan pegetahuan dan pengalaman seputar perjalanan wirausaha, pengembangan produk, wawasan tentang model bisnis dan pasar, dan lanskap industri energi Indonesia.

Dikutip dari Warta Ekonomi : https://www.wartaekonomi.co.id/read220472/nyala-energy-accelerator-demo-day-ajang-8-startup-sektor-energi-paparkan-ide.html

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tanayastri Dini Isna